ANALISA KRITIS TERHADAP UN EGDI SURVEY : GERMANY
ANALISI KRITIS TERHADAP UN EGDI SURVEY : GERMANY
Oleh : Nadisha Aida Salsabila
·
EGDI (E-Government Development Index)
Indeks Pembangunan E-Government (EGDI) menyajikan keadaan Pembangunan E-Government Negara-negara Anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seiring dengan penilaian pola pengembangan situs web di suatu negara, EGDI menggabungkan karakteristik akses, seperti infrastruktur dan tingkat pendidikan, untuk mencerminkan bagaimana suatu negara menggunakan teknologi informasi untuk mempromosikan akses dan inklusi rakyatnya. EGDI adalah ukuran gabungan dari tiga dimensi penting e-government, yaitu: penyediaan layanan online, konektivitas telekomunikasi, dan kapasitas manusia.
EGDI tidak dirancang
untuk menangkap perkembangan e-government secara
absolut; sebaliknya, ini bertujuan untuk memberikan peringkat kinerja
pemerintah nasional relatif terhadap satu sama lain.
·
UN EGDI di bawah Indeks Global
United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN DESA) telah menerbitkan
EGDI dan laporan survei sejak tahun 2001. Selama sepuluh edisi terakhir,
laporan tersebut telah memantapkan dirinya sebagai referensi benchmarking
terkemuka pada e-government, dan alat kebijakan untuk pengambilan
keputusan.
Survei adalah satu-satunya laporan global yang menilai status
pengembangan e-government dari semua Negara Anggota PBB. Penilaian
tersebut mengukur kinerja e-government dari negara-negara relatif
terhadap satu sama lain, sebagai lawan dari pengukuran absolut. Ia mengakui
bahwa setiap negara harus memutuskan tingkat dan tingkat inisiatif e-government
sesuai dengan prioritas pembangunan nasionalnya sendiri dan mencapai TPB
(Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Survei ini ditujukan terutama untuk
pembuat kebijakan, pejabat pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, sektor
swasta dan praktisi dan pakar lainnya di bidang pembangunan berkelanjutan,
administrasi publik, pemerintah digital, dan TIK (Teknologi Informasi
Komunikasi) untuk pembangunan.
EGDI berfungsi sebagai tolok ukur dan alat pengembangan bagi
negara-negara untuk saling belajar, mengidentifikasi bidang kekuatan dan
tantangan dalam e-government dan membentuk kebijakan dan strategi mereka
di bidang ini.
Secara matematis, EGDI adalah rata-rata tertimbang dari skor yang
dinormalisasi pada tiga dimensi terpenting e-Government, yaitu:
Ø Cakupan dan kualitas layanan online sebagai Online
Service Index (OSI),
Ø Status Pembangunan Infrastruktur Telekomunikasi
atau Telecommunication Infrastructure Index (TII),
Ø Modal manusia yang melekat atau Human Capital
Index (HCI).
Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi
bekerja sebagai Kementerian Nodal untuk Pemantauan Indeks Pengembangan E-Government
dan meningkatkan peringkat negara.
·
UN EGDI JERMAN
Sejak 2001, UN DESA telah menerbitkan studi tentang e-government setiap dua tahun. EGDI sejak itu menjadi tolok ukur penting untuk pengembangan e-government di tingkat negara-bangsa. Studi terbaru menghitung indeks untuk 193 negara, yang terdiri dari dimensi "Indeks Layanan Online", "Indeks Layanan Telekomunikasi" dan "Indeks Modal Manusia".
Menurut data United Nations
E-Government Development Index (UN EGDI) Survey 2020, Jerman memiliki
ranking indeks ke-25 dari 193 negara. Dengan nilai 0,8524 yang berarti Jerman
memiliki Very High EGDI.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
mempredikatkan negara-negara yang mendapatkan poin lebih dari 0,75
dipreditkatkan sebagai Very High EGDI. Untuk poin 0,50 sampai 0,75
sebagai High EGDI. Poin 0,25 sampai 0,50 sebagai Middle EGDI. Dan
untuk poin yang kurang dari 0,25 dipreditkatkan sebagai Low EDG.
Dibandingkan negara-negara Eropa, Jerman hanya berada di tengah –
Denmark, Estonia, dan Finlandia berada di depan. Jerman adalah salah satu
negara yang hanya mencapai posisi teratas dalam dua dari tiga dimensi:
sementara Jerman mencapai nilai indeks yang sangat tinggi untuk sumber daya
manusia dan infrastruktur, hanya nilai tinggi untuk layanan online.
Studi ini juga mencakup peringkat 100 kota internasional berdasarkan Indeks
Layanan Online Lokal, yang terdiri dari 80 indikator individu. Berlin
adalah satu-satunya kota Jerman yang diperiksa dan menempati peringkat
kesembilan bersama. 3 tempat teratas ditempati oleh Madrid, New York dan
Tallinn.
· DAFTAR
PERINGKAT DAN NILAI EGDI JERMAN
1.
Ranking (Peringkat)
Ø 2003,
Jerman menempati peringkat ke-9
Ø 2004, Jerman
menempati peringkat ke-12
Ø 2005, Jerman
menempati peringkat ke-11
Ø 2008, Jerman
menempati peringkat ke-22
Ø 2010, Jerman
menempati peringkat ke-15
Ø 2012, Jerman
menempati peringkat ke-17
Ø 2014, Jerman
menempati peringkat ke-21
Ø 2016, Jerman
menempati peringkat ke-15
Ø 2018, Jerman
menempati peringkat ke-12
Ø 2020, Jerman
menempati peringkat ke-25.
2.
Value (Nilai)
Ø 2003, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,7616
Ø 2004, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,7873
Ø 2005, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,8050
Ø 2008, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,7136
Ø 2010, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,7309
Ø 2012, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,8079
Ø 2014, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,7864
Ø 2016, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,8210
Ø 2018, nilai
yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,8765
Ø 2020, nilai yang diperoleh Jerman yaitu sebesar 0,8524.
·
3 DIMENSI UKURAN KINERJA EGDI JERMAN
1. Online Service Index (OSI)
2. Telecommunication Infrastructure Index (TII)
3. Human Capital Index (HCI)
·
KESIMPULAN
Dilihat dari pembahasan materi terhadap UN EGDI Jerman serta data
UN EGDI Survey yang sudah saya jelaskan diatas, saya dapat menyimpulkan
bahwa sejauh ini Jerman pernah mendapatkan peringkat terbesar atau teratas
yaitu di peringkat ke-9 dengan nilai sebesar 0,7616 pada tahun 2003. Sedangkan,
peringkat ke-25 dengan nilai sebesar 0,8524 pada EGDI 2020 ini merupakan
peringkat terendah yang diperoleh Jerman sejauh ini dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya. Dua tahun terakhir, pada UN EGDI 2018, Jerman menempati
peringkat ke-12 dengan nilai sebesar 0,8765. Dalam kata lain, Jerman telah
memperoleh penurunan yang bisa dibilang cukup jauh, yaitu sebesar 13 peringkat
dari peringkat 12 menjadi peringkat 25. Dan sejauh inilah, hal tersebut menjadi
rekor terbaru dalam penurunan yang diperoleh Jerman sekaligus terendah jika
dibandingkan dengan riwayat UN EGDI yang sebelum-sebelumnya.
UN EGDI Survey, yang
diterbitkan oleh UN DESA, disiapkan selama periode dua tahun mengikuti
metodologi yang telah ditetapkan. Hal ini melihat bagaimana pemerintah
digital dapat memfasilitasi kebijakan dan layanan terintegrasi di 193 Negara
Anggota PBB.
Survei ini mendukung upaya
negara-negara untuk menyediakan layanan digital yang efektif, akuntabel, dan
inklusif bagi semua dan menjembatani kesenjangan digital dan tidak meninggalkan
siapa pun.
Dalam laporan Panel Tingkat Tinggi
tentang Kerjasama Digital Sekretaris Jenderal, Survei E-Government diakui
sebagai alat pemeringkat, pemetaan dan pengukuran utama, yang mendukung
transformasi digital negara-negara.
Setelah peluncuran global Survei
2020 pada 10 Juli, webinar teknis dijadwalkan untuk berbagi wawasan lebih
lanjut dan temuan utama di tingkat global, regional, dan lokal, termasuk di
bidang tematik seperti partisipasi elektronik, tata kelola data, dan kapasitas
untuk transformasi digital. Sesi informasi regional akan diadakan pada
bulan-bulan berikutnya bekerja sama dengan Komisi Regional PBB.
·
DAFTAR PUSTAKA
Ø https://www.meity.gov.in/e-government-development-index-egdi-under-global-indices
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar