E-GOVERNMENT SEOUL, KOREA SELATAN
E-Government adalah penggunaan
teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan
bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan
pemerintahan. E-Government juga dapat diaplikasikan pada legislatif, yudikatif,
atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan
pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis.
Penerapan E-Government terbukti mempermudah terjadinya
interaksi timbal balik secara digital tentunya antara pemerintah dengan
masyarakat. Terjadinya model penyampaian informasi dua arah yang semakin mudah
tidak hanya antara pemerintah dan masyarakat (Government-to-Citizen/G2C),
tapi juga antara pemerintah dan pihak swasta (Government-to-Business/G2B), pemerintah dan pemerintah (Government-to-Government/G2G), juga
pemerintah dan pegawai/karyawan (Government-to-Employee/G2E).
Hal ini merupakan bentuk inovasi dalam strategi komunikasi,
yang tentunya akan bermanfaat dalam menunjang peran dan fungsi pemerintah,
masyarakat dan pihak swasta dalam kebersamaan membangun kehidupan bangsa.
E-Government memberikan peluang bagi peningkatan kualitas pelayanan
pemerintah kepada masyarakat dan pihak swasta melalui peningkatan transparansi,
kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan.
Salah satu kota yang ingin saya bahas kali ini adalah
kota Seoul, Korea Selatan. Korea Selatan merupakan salah satu negara di Asia
Timur dengan ibu kotanya Seoul. Luasnya sekitar 99.274 km. Korea Selatan ini
dijuluki sebagai Negeri Ginseng. Seoul terletak di jantung Semenanjung Korea.
Seoul selalu menjadi titik strategis penting selama berabad-abad dalam hal
pertahanan dan ekonomi, dari satu kerajaan ke kerajaan berikutnya. Tiga
kerajaan (Baekje, Goguryeo, dan Silla (57 SM - 688 M)) semuanya memperebutkan
wilayah yang sekarang menjadi ibu kota Korea Selatan tersebut. Sejarah kota
Seoul dimulai sekitar 2.000 tahun yang lalu. Ketika Wiryeseong, ibu kota Baekje,
terletak di tepi sungai Hangang di bagian tenggara yang sekarang disebut Seoul.
Pengembangan kota dimulai dengan sungguh-sungguh setelah ditunjuk sebagai ibu
kota Dinasti Joseon (1392-1910) pada tahun 1394.
Dengan perkembangan Teknologi Informasi dan peningkatan
permintaan warga akan peningkatan kualitas hidup, kebijakan manajemen kota
Seoul bergeser ke arah menciptakan kota yang berkelajutan dengan teknologi
informasi yang canggih. Ketika pertumbuhan ekonomi melambat dan lingkungan
sosial telah berubah karena penuaan populasi bersama dengan faktor-faktor lain,
Seoul mengalami perubahan paradigma dalam kebijakannya menuju regenerasi kota.
Website
resmi Seoul dapat diakses melalui link https://www.seoulsolution.kr/en
, dan website resmi pemerintah Seoul dapat diakses melalui link : https://english.seoul.go.kr/
. Di dalam website tersebut, pengunjung dapat disuguhkan beberapa informasi,
pelayanan dan fitur yang ada di website tersebut. Mulai dari pengenalan tentang
kota ataupun negaranya itu sendiri, lalu juga ada pembahasan terkait
pemerintahan, pariwisata, dan lainnya.
Seoul mendapat peringkat 1 dalam survey E-Government PBB lima kali berturut-turut dalam dekade terakhir. Pemerintah elektronik Seoul terus-menerus melakukan inovasi dalam administrasi publik, yang hasilnya dipuji oleh komunitas internasional. Dalam hal ini, Seoul pernah berkomunikasi dengan 10 juta warganya untuk mendefinisikan kembali paradigma pemerintahan melalui keterbukaan, berbagi, dan kolaborasi, sehingga memfasilitasi pembentukan jaringan untuk komunitas internasional.
Beberapa
daftar mitra kota Seoul
:
Ø
Seoul
Metropolitan Government (SMG) atau Pemerintah
Metropolitan Seoul
Seoul, ibu kota Republik Korea, telah menjadi pusat
negara sepanjang sejarah panjangnya dari era prasejarah hingga saat ini. SMG telah berkontribusi pada pembentukan
kota Seoul yang kompetitif, menarik, dan cerdas. Dalam hal ini, SMG ingin membantu negara-negara lain
yang mengalami kesulitan dalam mencapai urbanisasi yang sukses dengan berbagi
pengalaman dan teknologi sendiri dengan para ahli dan pegawai terkait.
Ø
Ministry
of Foreign Affairs atau Kementrian Luar Negeri
Diresmikan sesuai dengan UU Organisasi Pemerintah yang
diundangkan oleh Pemerintah Republik Korea pada tanggal 17 Juli 1948.
Menetapkan dan melaksanakan kebijakan luar negeri, diplomasi ekonomi dan
kerjasama ekonomi, mengambil bagian dalam komunitas internasional ekonomi,
mengelola perjanjian dan perjanjian internasional, melindungi dan mendukung
warga negara Korea di luar negeri, mempromosikan kerjasama budaya, dan
menganalisis urusan internasional.
Ø
Korea
Internasional Cooperation Agency (KOICA) atau Badan Kerjasama
Internasional Korea
ODA KOICA berkontribusi dalam memberikan bantuan hibah
bilateral yang terdiri dari kerjasama teknis dan berbagai jenis transfer (baik
tunai, barang, atau jasa) tanpa kewajiban untuk pembayaran kembali. Bantuan
hibah bilateral KOICA mencapai
sekitar 40% dari total anggaran ODA
bilateral Korea.
Ø
Korea
Development Institute (KDI) atau Institut Pengembangan Korea
KDI telah berupaya untuk memperluas upaya kolaboratifnya
dengan organisasi internasional untuk memperdalam kapasitas penelitiannya dan
memperluas jaringan pengetahuan globalnya. Center
for International Development terlibat dalam kegiatan penelitian dan
berbagi pengetahuan termasuk pengembangan kapasitas dan kelembagaan dengan
negara-negara mitra berkembang melalui Knowledge
Sharing Program (KSP) atau Program Berbagi Pengetahuan.
Ø
Korea
Chamber of Commerce and Industry (KCCI) atau Kamar Dagang dan
Industri Korea
KCCI adalah organisasi bisnis tertua dan terbesar di
Korea. Didirikan sebagai badan hukum publik dengan tindakan khusus.
Ø
The
World Bank atau Bank Dunia
Open Learning Campus (OLC) Grup Bank Dunia mempercepat solusi pembangunan dengan
mengubah pengetahuan global menjadi pembelajaran yang dapat ditindaklanjuti. Yang
mana hal ini merupakan kunci untuk memecahkan tantangan pembangunan, dan untuk
memenuhi tujuan kembar Grup Bank Dunia untuk mengakhiri kemiskinan dan
membangun kemakmuran bersama.
Ø Dan masih banyak lagi lainnya.
Saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dari website resmi kota
Seoul, Korea Selatan ini, segala informasi dan pelayanan yang ada di website tersebut
cukup lengkap. Alih-alih desain websitenya yang simple tapi menarik tersebut,
tentunya website Seoul ini juga menyediakan fitur search bagi para pengunjung
dan pembaca. Yang dimana hal tersebut dapat membantu dan memudahkan kita untuk
mencari dan mendapatkan informasi yang ingin kita ketahui.
Dalam website tersebut terdapat tentang layanan dan
kebijakan-kebijakan, lalu berbagai macam berita, tak lupa juga dilengkapi
dengan adanya atau dicantumkannya foto dan video dalam website tersebut. Mulai
dari tentang pengenalan kota dan negaranya, sejarah, pemerintahan, informasi
pajak, imigrasi dan kewarganegaraan, bisnis dan industri, pariwisata, budaya
dan olahraga, keuangan, keamanan dan pertahanan negara, transportasi dan
infrastruktur, dan tentunya hubungan antara Seoul dengan kota di negara lain.
Pada website kota Seoul ini juga tentunya mereka mencantumkan segala akun social
media, yang mana dapat kita manfaatkan dan kita gunakan jika kita mempunyai
pertanyaan atau ketika ingin mengetahui lebih jelas lagi tentang apa yang ingin
kita ketahui.
Selain adanya keunggulan, tentu saja website tersebut mempunyai kekurangan juga. Menurut saya lebih baik lagi jika dalam website tersebut lebih dilengkapi lagi informasinya supaya lebih jelas, misal dengan melengkapkan daftar organisasi dan struktural negaranya itu sendiri, dan lainnya. Karena jika dengan begitu, tidak menutup kemungkinan akan membuat orang lain semakin tertarik untuk menggali informasi seputar kota Seoul ini, karena websitenya juga yang sangat lengkap dengan isi-isi yang menarik.
Salah satu Sister City atau mitra kerjasama kota Seoul adalah kota Bandung. Ya, salah satu kota di Indonesia, khususnya yang terletak di Jawa Barat ini sudah menjalin kerjasama dengan Seoul sejak tahun 2016. Pemerintah Kota Seoul dan Bandung telah melakukan penjajakan hubungan kerjasama. Kedua belah pihak tentunya mempertimbangkan keuntungan dan kerugian yang akan didapat sesuai dengan teori pilihan rasional bila hubungan kerjasama Sister City berlanjut.
Seoul merupakan kota yang berhasil dalam proses penataan kota yang baik, dalam hal ini Pemerintah Kota Seoul pun berhasil merestorasi sungai Chong Gye Cheon. Dari hal tersebut, kerjasama yang dilakukan antara kota Seoul dan kota Bandung yaitu dalam bidang penataan kota. Pemerintah Kota Metropolitan Seoul membantu Pemerintah Kota Bandung dalam proses restorasi sungai Cikapundung sepanjang 1 km di daerah Pasirluyu. Kerjasama selanjutnya yaitu dalam bidang kebudayaan, seni dan pariwisata. Latar belakang terjadinya kerjasama pertukaran budaya adalah karena adanya ketertarikan kedua belah pihak untuk saling mempromosikan keunikan dan membuka pasar potensial bagi produk-produk yang dimiliki tiap kota. Sejauh ini kerjasama dalam bidang kebudayaan yang dilakukan adalah saling berpartisipasi dalam kegiatan dan festival budaya.
Komentar
Posting Komentar